Rabu, 26 Oktober 2011

Manusia sebagai Makhluk Beradab


Pembahasan

MANUSIA SEBAGAI MAKHLUK BERADAB DAN MASYARAKAT ADAB

Peradaban tidak hanya menunjuk pada hasil-hasil kebudayaan manusia yang sifatnya fisik, seperti barang , bangunan, dan benda-benda. Peradaban tidak hanya merujuk pada wujud benda hasil budaya tetapi juga gagasan dan perilaku manusia. Kebudayaan merupakan keseluruhan dari hasil budi daya manusia, baik cipta,rasa,dan karsa. Kebudayaan berwujud gagasan/ide,perilaku/aktivitas,dan benda-benda. Sedangkan peradaban adalah bagian dai kebudayaan yang tinggi,halus,indah,dan maju. Jadi, peradaban termaasuk pula didalamnya gagasan dan perilaku manusiaa yang tinggi,halus, dan maju.
Peradaban sebagai produk yang bernilai tinggi, halus ,indah ,dan  maju menunjukkan bahwa manusia memanglah merupakan makhluk yang memiliki kecerdasan , keberadaban , dan kemauan yang kuat. Manusia merupakan makhluk yang beradab sehingga mampu menghasilkan peradaban. Disamping itu, manusia sebagai makhluk sosial juga mampu menciptaakan manusia  beradab.
Adab artinya sopan.Manusia sebagai makhluk beradab artinya pribadi manusia itu memiliki potensi  untuk berlaku sopan , berakhlak,dan berbudi pekerti yang luhur. Sopan,berakhlak,berbudi pekerti yang luhur menunjuk pada perilaku manusia. Orang yang beradab adalah orang yang berkesopanan,berakhlak,dan berbudi pekerti luhur dalam berperilaku,termasuk pula dalam gagasan – gagsannya.Manusia yang beradab adalah manusia yang bis menyelaraskan antara cipta,rasa , dan  karsa.Kaelan (2002) menyatakan manusia yang beradab adalah manusia yang mampu melaksanakan hakikatnya sebagai manusia.  Kebalikannya adalah manusia yang biadab atau dikenal dengan istilah barbar.Secara sempit,orang yang biadab diartikan sebagai orang yang perilakunya tidak sopan, tidak berakhlak , dan tidak memiliki budi pekerti yang mulia. Orang yang biadab juga tidak mampu menyeimbangkan antara rasa,cipta,dan karsanya sebagai manusia. Misalnya, kemampuan cipta manusia dalam membuat senjatadigunakan untuk saling membunuh antar sesama.
Pada hakikatnya, manusia adalah makhluk yang beradab sebab dianugrahi harkat,martabat, serta potensi kemanusiaan yang tinggi. Namun, dalam perkembangannya manusia bisa jatuh dalam perilaku kebiadaban karena tidak mampu menyeimbangkan atau mengendalikan  cipta,rasa,dan karsa yang dimilikinya. Manusia tersebut telah melanggar hakikat kemanusiannya sendiri.


                Catatan:
1.       Peradaban hanya terwujud dalam masyarakat teratur
-          Wujud peradaban moral
2.       Nilai-nilai dalaam masyarakat daalam hubungannya dengan kesusilaan.
3.       Norma : aturan,ukuraan, atau pedoman yang dipergunakan dalam menentukan sesuatu benar atau salah,baik atau buruk.
4.       Etika : Nilai-nilai dan norma  moral tentang apa yang baik dan buruk yang menjadi pegangan dalam mengatur tingkah laku manusia. Bisa juga diartikan sebagai etiket,sopan santun.
5.       Estetika : berhubungan dengan segal sesuatu yang tercakup dalam keindahan ,mencakup kesatuan ( unity) , keselarasan ( balance ), dan kebaikan ( contrast).
Manusiaa sebagai makhluk sosial membentuk persekutuan-persekutuan hidup ,yaitu bermasyarakat.Manusia beradab pastilah berkeinginan membentuk masyarakat yang beradab.Terbentuklah masyarakat yang beradab atau berkeadaban.Dewasa ini ,  masyarakat adab memiliki padanan istilah yang dikenal dengan masyarakat dengan masyarakat madani atau  masyarakat sipil.Konsep masyarakat adab berasal  dari konsep civil society, dari asal kata society civilis.Istilah masyarakat adab dikenal dengan kata lain masyarakat sipil,masyarakat warga, dan masyarakat madani.
Istilah civil society dapat diterjemahkan dalam bahasa indonesia dengan berbagai istilah,antara lain:
1.       Civil society diterjemahkan dengan istilah masyarakat sipil.civil artinya sipil,sedangkan society artinya masyarakat.
2.       Civil society diterjemahkan dengan istilah masyarakat beradab atau berkeadaban.Ini merupakan terjemahan dari civilized ( beradab) dan society (masyarakat)sebagai lawan dari masyarakat yang tidak beradab (uncivilized society /savage society).
3.       Civil society diterjemahkan sebagai masyarakat madani .Kata madani merujuk pada kata Madinah ,kota  tempat kelahiran Nabi Muhammad SAW.Madinah berasal dari kata madaniyah yang berarti peradaban masyarakat madani juga berarti masyarakat yang berperadaban.
4.       Berkaitan dengan nomor 3,civil society diartikan masyarakat kota.Hal ini karena Madinah adalah sebuah Negara kota (city-state) yang mengingatkan kita pada polis di zaman yunani kuno. Masyarakat kota sebagai modal masyarakat yang beradab.
5.       Civil society diterjemahkan seagai masyarakat warga atau kewargaan.Masyaraakat disini adalah pengelompokan masyarakat yang bersifat otonom dari negara.
Dari makna-makna tersebut dapat dinyatakan bahwa masyarakat teratur tidak mungkin tanpa peradaban ,dan peradaban hanya terwujud dalam masyarakat teratur.Dengan kata lain ,masyarakat madani secara etimologis dapat dinyatakan sebagai masyarakat yang teratur dan beradab. Masyarakat madani adalah masyarakat yang berkeadaban. Nurcholis Majid menyebut masyarakat madani sebagai masyarakat yang berkeadaban memiliki cirri-ciri antara lain egalitarianism,menghargai prestasi, keterbukaan , penegakan hokum dan keadilan, toleransi dan pluralisme, serta musyawarah. Muhammad A.S Hikam (1999) dalam bukunya demokrasi dan civil society memberikan definisi civil society sebagai wilayah kehidupan social yang terorganisasi dan bercirikan antara lain kesukarelaan (voluntary), keswasembadaan (self generating),keswadayaan ( self supporting ), kemandirian yang tinggi berhadapan dengan Negara, dan keterikatan dengan norma atau nilai hokum yang diikuti oleh warganya.
Visi indonesia 2020 juga bisa dikatakan membentuk masyarakat madani indonesia,yaitu suatu masyarakat yang memiliki keadaban demokratis.Masyarakat adab yang dituju menurut visi indonesia 2020 adalah terwujudnya bangsa yang berciri religius,manusiawi,bersatu,demokratis,adil, sejahtera,maju,mandiri,baik,dan bersih dalam penyelenggaraan negara.
Masyarakat adab pada dasarnya merupakan keinginan yang tulus dari manusia sebagai makhluk yang beradab . Namun, sebagaimana halnya dengan individu ,masyarakat dalam suatu kurun waktu tertentu bisa saling bertengkar ,saling bertikai, bahkan saling membunuh antarkelompokk masyarakat.Bukti bahwa perang yang sampai saat ini banyak terjadi di belahan dunia,menunjukkan bahwa cita-cita masyarakat adab harus senantiasa diperjuangkan ,dipertahankan,dan dipelihara sebaik-baiknya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar